Bantuan Air Bersih untuk Daerah Gunungkidul yang Kekeringan

IKARAGIL – Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa wilayah Gunungkidul, Yogyakarta, merupakan salah satu wilayah dari sekian tempat di Indonesia yang sering mengalami krisis kekurangan air bersih. Walau saat ini banyak yang berujar bahwa Gunungkidul tidak lagi kesulitan masalah air, namun pada kenyataannya masih ada beberapa titik di Gunungkidul yang masih terkendala kekurangan air bersih.

Pada kesempatan kali ini, Ikatan Anak Rantau Gunungkidul (IKARAGIL) mencoba dengan segala upaya untuk dapat membantu kesulitan yang dialami oleh warga Gunungkidul. Dropping air, atau bantuan air bersih untuk daerah Gunungkidul yang kekeringan, merupakan salah satu dari agenda kegiatan bakti sosial yang menjadi agenda rutin tiap tahunnya.

baksos_drop-air

“Sebenarnya kami berharap bahwa agenda dropping air ini tidak perlu kami lakukan setiap tahun. Harapan itu yang berarti bahwa tidak ada lagi daerah Gunungkidul yang mengalami kekeringan” tandas pak Susanto, Ketua Umum IKARAGIL periode 2015 – 2018. “Namun pada kenyataannya, masih banyak wilayah yang belum terpetakan untuk mendapatkan bantuan air bersih secara permanen.” imbuhnya.

Walau begitu, peran serta pemda setempat dan masyarakat luas terhadap krisis air ini, patut diacungi jempol. Karena melihat begitu sigap dan cepat tanggapnya kepada kasus yang tiap tahun terjadi di tanah handayani ini, sehingga masyarakat yang membutuhkan tidak mengalami kesusahan dalam mendapatkan air bersih secara berkepanjangan.

Tahun ini saja tercatat lebih dari 50 wilayah di wilayah Gunungkidul yang mengalami krisis air bersih, beberapa wilayah tersebut memang diakui agak sulit dijangkau dan juga akses yang sulit untuk mendapatkan air bersih. Masyarakat sekitar juga sudah mengupayakan pengeboran secara swadaya, namun kontur wilayah yang sebagian besar merupakan gunung kapur, dimana sulit untuk menyimpan cadangan air bersih, membuat masyarakat kesulitan dalam mencari titik mata air tersebut.

“Pada kesempatan kali ini, Divisi Sosial mengupayakan kurang lebih 20 tangki air bersih yang disebar ke beberapa titik.” ucap pak Widodo, selaku salah seorang yang menjabat sebagai divisi sosial Pusat. Diharapkan ke depannya akan ada solusi mengenai kasus semacam ini, agar Gunungkidul tidak lagi memiliki image sebagai wilayah yang kekurangan air, di mata masyarakat umumnya. (as)

Leave a Reply