ikaragil

Nomor. AHU-45915.AH.01.07.TAHUN 2016

Ikatan Anak Rantau Gunungkidul atau yang disingkat dengan IKARAGIL, adalah sebuah paguyuban/perkumpulan yang diprakarsai oleh beberapa orang pemuda – pemudi yang berasal dari Gunungkidul maupun diluar Gunungkidul, yang merantau di Jakarta. Pada awalnya, Christian M. Nugroho bersama dengan beberapa rekan perantau, diantaranya : Suwantoro, Sutikno, Wardono, Daru, Nanang Setyadhi, Lilik, Robert, Wisnu, Aris Wijayanto, Aris Sony, dan beberapa orang lainnya, membentuk Paguyuban IKARAGIL ini sebagai bentuk komunikasi dan menyatukan tali silaturahim antar perantau yang khususnya berasal dari Gunungkidul, dan sekitarnya. Yang bertujuan sebagai paguyuban berbasis Sosial untuk membantu warga kurang mampu di Tanah Handayani.

Pertemuan diagendakan pertama kali di Monas, Jakarta Pusat yang dihadiri oleh kurang lebih 30 orang pada tanggal 06 bulan Mei tahun 2012, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Lahir paguyuban ini. Seiring dengan berjalannya waktu, IKARAGIL semakin banyak dikenal dan mempersatukan saudara seperantauan, baik yang berasal dari Gunungkidul, yang berdarah Gunungkidul, maupun orang diluar Gunungkidul yang peduli dan ingin membantu secara ikhlas untuk kebaikan di Gunungkidul.

Dengan motto YANG MUDA YANG BERKARYA, dan slogan Salam Sepuluh Ewu, IKARAGIL berusaha untuk dapat berbakti dan menyumbangkan apa yang dimiliki, dari segi materi, moril, maupun hal lain yang sekiranya bermanfaat bagi saudara yang kurang beruntung di Kabupaten Gunungkidul. Eksistensi paguyuban ini semakin nyata, dengan terbentuknya kerjasama secara tidak langsung dengan Pemda setempat.

Selain mengusung Sosial, IKARAGIL juga mengedepankan Persaudaraan, hal ini dibuktikan dengan turut sertanya anggota – anggota IKARAGIL yang tersebar di hampir seantero Indonesia dalam kegiatan yang diselenggarakan di daerah tempatnya merantau. Baik dengan organisasi masyarakat sekitar, maupun dengan paguyuban – paguyuban perantau yang lainnya.

Saat ini, dengan lebih dari 20 Koordinasi Wilayah aktif yang tersebar tidak hanya di Indonesia, namun juga sampai ke mancanegara (Hongkong, Malaysia), IKARAGIL semakin menguat dengan disahkannya paguyuban ini dalam bentuk Akta Pendirian Organisasi Masyarakat, serta memiliki Badan Hukum yang sah dalam tata negara.

Semua ini tidak lepas dari peran para pionir yang telah dengan rela dan ikhlas menyumbangkan tenaga dan waktunya untuk membangun paguyuban ini.

Semoga semakin hari, IKARAGIL semakin solid dan dapat mewujudkan cita – cita para pendahulu dengan menjadi paguyuban Sosial yang berguna bagi Gunungkidul.

IKARAGIL,

Yang Muda Yang Berkarya.

Jakarta.

PARA PIONIR IKARAGIL