Ikaragil Mendirikan Posko Informasi Covid-19

JAKARTA – Wabah virus corona atau covid-19 telah melemahkan banyak sektor, diantaranya ekonomi dan sosial. Dengan himbauan dari pemerintah untuk menjaga jarak atau Physical Distancing sedikitnya sangat mempengaruhi sektor industri dan perdagangan, sehingga alur ekonomi berjalan lambat bahkan beberapa diantaranya terancam gulung tikar.

Bahkan kegiatan sosial yang menjadi bagian dari agenda tetap Ikatan Anak Rantau Gunungkidul (Ikaragil) pun dengan sangat terpaksa harus ditangguhkan, mengingat kegiatan yang dilakukan bersinggungan dengan orang banyak dan dikhawatirkan akan menjadi potensi penyebaran virus corona / covid-19.

Berat dirasakan oleh tim Divisi Sosial, terutama bahwa agenda tetap ini merupakan tujuan didirikannya organisasi ini. Dimana diantaranya adalah membantu meringankan beban warga yang kurang mampu di tanah handayani. Dalam satu perbincangan, bapak Wigati menyatakan bahwa mau tidak mau keputusan ini harus dijalankan.

“Berat bagi kami (Dewan Pengurus Pusat), karena sedari awal komitmen paguyuban ini untuk sosial. Tapi lebih berat lagi apabila kami harus melihat saudara kami menjadi korban virus (corona) ini.” ujar beliau.

Pak Wigati merupakan salah satu tim dari Divisi Sosial Ikaragil yang juga sering turun ke lapangan untuk setiap kegiatan sosial, yang kerap membantu koordinasi terkait dengan kegiatan yang biasa dilakukan oleh Ikaragil setiap semesternya.

Namun sebagai ganti dari penangguhan pelaksanaan kegiatan bakti sosial tersebut, tim Divsos bersama dengan jajaran pengurus pusat Ikaragil membuat posko informasi terkait dengan virus corona ini. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui perkembangan anggota yang terdampak karena virus tersebut.

“Karena sebagian besar dari anggota (paguyuban Ikaragil) adalah perantau dan pekerja pabrik, maka yang kami khawatirkan adalah efek dari meluasnya wabah virus ini yang mungkin bisa mengakibatkan pemutusan hubungan kerja dari tempat kerja yang bersangkutan. Sehingga berimbas pada penghasilan dan keseharian para anggota” ujar pria asal Gunungkidul tersebut.

Ditambahkan bahwa yang menjadi fokus utama adalah anggota yang terdampak dari segi ekonomi yang mungkin mengakibatkan hilangnya tempat tinggal karena tidak dapat membayar sewa.

“Rata-rata kan anggota disini (ikaragil) buruh pabrik, yang kebanyakan masih ngontrak. Kalau mereka kena PHK, lantas bagaimana mereka bisa membayar sewa rumah kontrakannya? Sedangkan untuk pulang kampung saat ini pun tidak boleh” ujar Wigati.

Memang, karena adanya wabah ini, terdapat himbauan dari pemerintah daerah kabupaten Gunungkidul kepada para perantau untuk sementara waktu tidak pulang ke kampung halamannya, karena dikhawatirkan secara tidak disadari membawa virus di tubuhnya, seiring dengan perjalanannya pulang ke kampung halaman.

Dari pihak pemerintahan sendiri sebenarnya tidak ada larangan baku untuk para perantau melaksanakan mudik, namun harus menaati peraturan yang diberlakukan pasca terdeteksinya Pasien Positif Corona dan bertambahnya  Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan di Gunungkidul.

Terkait hal itu, Wigati menerangkan bahwa posko yang didirikan oleh Ikaragil ini bertujuan mendata siapa saja anggota Ikaragil yang mungkin kesulitan dengan tempat tinggal. Karena rencana yang sedang berjalan, tim penanganan di lapangan sedang mencari dan menyiapkan tempat singgah sementara bagi para anggota yang terdampak. Untuk dapat mengetahui kabar terbaru mengenai penyebaran virus ini, tim penanganan virus corona menyiapkan call center yang dapat dihubungi oleh anggota. Mereka dapat menghubungi di nomor 087808989748 atau 087781803610.

“Maka diharapkan bagi para anggota, apabila memang ada kendala seperti yang sudah disebutkan agar bisa menghubungi pengurus korwil masing-masing (untuk mengetahui syarat dan ketentuannya).” ujar Wigati menutup sesi wawancara kami. (AS/20)