Sejarah

IKARAGIL adalah perkumpulan non politik praktis, yang beranggotakan perantauan asal Gunungkidul atau orang – orang yang mengagumi dan cinta terhadap Gunungkidul.

IKARAGIL singkatan dari Ikatan Anak Rantau Gunungkidul merupakan suatu perkumpulan awalnya dibuat sebagai tempat berkumpulnya saudara seperantauan asal tanah Handayani. Awal mula berdirinya Ikaragil pada tahun 2012, kala itu 30 orang pemuda-pemudi yang tergabung di satu grup jejaring sosialĀ facebook mengadakan pertemuan.

Diawali dengan pertemuan di daerah Bulak Kapal, Bekasi, Jawa Barat, dan kemudian berlanjut pada pertemuan kedua yang berlangsung di Monas. Disitulah mereka mencetuskan untuk membentuk suatu perkumpulan yang mengakomodir rekan seperantauan, yang berasal dari Gunungkidul. Pada saat itu pula tercetuslah nama Ikaragil, dan juga tercetuslah semboyan Salam Sepuluh Ewu.

Dan saat pertemuan itu pula, tepatnya tanggal 12 Mei 2012, di deklarasikan berdirinya perkumpulan Ikaragil. Suatu perkumpulan yang bergerak di bidang sosial, membaktikan diri untuk tanah kelahirannya. Pada saat itu ditunjuklah ketua pertama yaitu Daru Dhanan Jaya, beserta beberapa rekan lainnya yang membantu beliau menjalankan roda organisasi.

Seiring dengan berjalannya waktu, Ikaragil semakin dikenal dan memiliki jaringan anggota yang semakin luas. Terbukti dari total anggota yang saat ini telah lebih dari 2000 orang yang memiliki Kartu Tanda Anggota. Dan juga lebih dari 30ribu akun yang tergabung di grup jejaring sosialĀ facebook, belum lagi sekitar ada lebih dari 20 korwil tercatat yang tersebar di Indonesia dan mancanegara.

Melihat hal ini, pengurus Ikaragil periode selanjutnya memutuskan, membentuk suatu badan hukum untuk menaungi perkumpulan ini.

Dengan bantuan anggota, Ikaragil telah sah terdaftar sebagai salah satu perkumpulan yang diakui, pada tahun 2016.